Berita Wisuda Akbar

Pendidik Berusia Senja dari Kota Batu
Updated  12 Oktober 2017 ( 131 ) views
Share on Facebook
 
Berita Terkini
 
 
Berita Sebelumnya ..
 

Tepat setelah adzan Ashar berkumandang, tampak satu persatu anak-anak kecil mendatangi masjid. Di pelataran masjid bocah-bocah itu bercengkrama riang sambil sesekali mulutnya sibuk mengunyah makanan. Di TPQ Darush Sholihin Kota Batu, Jawa Timur setiap sore selalu ramai oleh anak kecil berusia empat tahun hingga belasan tahun datang untuk mengaji. Di sini, suasana religius itu masih sangat kental berbaur dengan aktifitas warga setempat.

Usai salat Ashar berjamaah, tanpa perlu disuruh anak-anak telah mengambil peralatan belajar. Karpet digelar, tulisan arab yang tersusun rapi dalam sebuah lembaran plastik menjadi saksi bagaimana santri-santri TPQ mengaji. Wajah-wajah polos itu begitu serius menyimak setiap kalimat yang keluar dari sang ustadzah, lantang terdengar mengikuti ustadzah Matitoh yang merupakan pengelola Yayasan Darush Solihin.

Selain TPQ, juga terdapat Madrasah Ibtidaiyyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darush Sholihin Kota Batu. Sekitar 300 siswa menimba ilmu di tempat tersebut. Yayasan Darush Sholihin sudah berdiri sejak enam tahun yang lalu. “Akhlak, Fiqh, dan Alqur’an adalah yang diutamakan untuk mendidik anak-anak,” ujar Matitoh menjelaskan.

Diusia yang telah menginjak 60 tahunan, Matitoh masih bersemangat mendidik santri-santri menghafal Alqur'an. Bagi Matitoh, hidup semakin berusia harus semakin banyak-banyak memberi manfaat. Darah mendidik telah mengalir selama puluhan tahun, keinginannya bisa melahirkan generasi berakhlak mulia, berpondasikan Alqur’an. “Program hafalan Qur'an dimulai tahun 2016 lalu sampai saat ini, anak-anak sudah menghafal 6 juz. Setiap pagi sebelum masuk kelas anak-anak mengaji terlebih dahulu dan setor hafalan,”cerita Matitoh.

Menjelang Wisuda Akbar 8, Yayasan Darush Sholihin antusias untuk berpatisipasi mengikuti perayaan menghafal Qur’an berjamaah tersebut. Ia ingin anak-anak didiknya memiliki keberanian untuk menguji hasil hafalan Qur’an mereka. Perhelatan akbar yang dinanti-nanti setiap tahunnya ini dijadikan ajang untuk menguji kualitas hafalan Qur’an para santri-santri penghafal Qur’an di seluruh Indonesia. Pada tahun ke delapan ini pula pelaksanaan dilakukan di 16 kabupaten/kota, 12 provinsi di Indonesia dan 15 negara peserta.

Darush Sholihin tengah berbenah, ruang kelas ditambah agar dapat menampung lebih banyak lagi anak-anak kota Batu belajar Alqur’an. Yayasan ini juga menyiapkan ruang kantor khusus para pengajar. Cita-cita melahirkan sebanyak mungkin penghafal Alqur’an tidak hanya dilakukan PPPA Daarul Qur’an, tetapi seluruh lapisan masyarakat dapat terlibat mewujudkan mimpi besar ini.

 
Image dalam Artikel ini ..
Gambar Kecil
Gambar Kecil
 
Berita   Modul ini telah dikunjungi sebanyak ( 106.394 )