Berita Wisuda Akbar

Bersyukur Dikasih Buta
Updated  24 Mei 2016 ( 847 ) views
Share on Facebook
 
Berita Terkini
 
 
Berita Sebelumnya ..
 

Marah, kecewa dan tidak adil, saat mengetahui kita berbeda dari yang lainnya. Terlebih khusus, kekurangan yang sudah ada sejak lahir. Bahkan, tak sedikit yang menyerah berjuang hidup karena kekurangan yang dimilikknya.

Tapi, tidak untuk Ayu, gadis berusia 16 tahun ini justru bersyukur dikasih kekurangan oleh Allah SWT. "Alhamdulillah, Allah sayang dengan Ayu, makanya dikasih buta," ujar Ayu, saat ditanya Ustad Yusuf Mansur di Masjid Agung Ponorogo, Kamis (12/5).

Ayu tumbuh sehat dan menjadi remaja muslimah yang sholehah. Kebutaan, tidak menjadikannya berbeda dengan yang lainnya. Tapi,  justru dia yang lebih dari teman sebayanya, karena masih muda sudah bergelar hafidzah.

Ya, Ayu, seorang penghafal Alqur'an yang tidak hanya hafal, namun  paham seluruh ayat di Alqur'an, termasuk nomor ayat per ayatntya. Kesungguhan dan kesabaran sang nenek yang menjadikan Ayu seperti saat ini.

Asal usul, sang nenek tak tega memasukkannya ke pengajian dengan anak-anak lainnya. Khawatir, menjadi bahan ejekan dan candaan anak-anak sebayanya. Ketidak-bisaannya membaca arab, tak menjadi penghalang atau memadamkan ikhtiar untuk mengajar ngaji kepada Ayu.

Dengan modal dan pengetahuan seadanya, ia mengajarkan Ayu dengan menggunakan bahasa latin. "Dengan Alqur'an yang ada latinnya, nenek mengajarkan saya mengaji," tutur Ayu.

Alhamdulillah, hafalan Ayu bertambah dan terus bertambah setiap harinya. Hingga, tak terasa ia sudah menuntaskan 30 juz pada usianya yang ke 12. Bukan hanya surah dan ayatnya saja, melainkan nomor ayatnya juga

"Di Alqur'an banyak ayat yang sama, sehingga sulit untuk anak-anak seperti Ayu yang tidak bisa melihat. Jadi, harus dengan nomor ayatnya, kalau tidak susah untuk mengajarkannya," cerita nenek kepada Ustad Yusuf Mansur.

Untuk membuktikan hafalan Ayu, Ust Yusuf Mansur mencoba memberikan tes. Dalam tes tersebut, Ayu harus menyebutkan nomor ayat dan membacanya dari belakang.

"Subhanallah, saya tes di hadapan ribuan jamaah di Masjid Agung Ponorogo dan semua tesnya lulus, luar biasa," imbuh ustad Yusuf Mansur.

Saat ini, Ayu berusia 16 tahun. Tapi, keinginannya tidak seperti remaja kebayakan sekarang ini. Ia berharap, selama dua tahun ke depan bisa menghafal seluruh hadits Bukhari dan Muslim, lengkap dengan sanad, perawi dan matannya.

"InsyaAllah, 2 kali dibaca, Ayu bisa hafal dan nempel seumur hidup. Kan, kelebihan orang buta," ucap sambil tergelak tawa.

Ayu mengatakan, ia sangat takut mendengat musik atau lagu-lagu. Khawatir, kalau mendengarnya langsung hafal lagu dan cengkoknya penyanyi itu dan bukan Alqur'an lagi.

Ust Yusuf Mansur bercerita, satu tahun lalu Ayu menangis di atas panggung. Karena, tidak bisa bertemu denganya dalam acara tabligh akbar saat itu. "Katanya, ketemu dengan saya salah satu yang paling diinginkan Ayu," ungkap ustaz Yusuf Mansur.

Bismillah, lanjut ia, dengan izin Allah SWT, Ayu akan berangkat ibadah Umrah bersama neneknya. Dan, menjadi tamu kehormatan dalam Wisuda Akbar Indonesia Menghafal 7 di Istiqal, 22 Sya'ban/29 Mei.

Kemudian, ia akan terbang ke Jeddah, Arab Saudi menjadi tamu kehormatan dalam rapat pengurus Tahfidz Internasional, yang dihadiri oleh seluruh pengurus dari 70 negera di bawah kepemimpinan Syeikh Abdullah Bashfar.      

Ustaz YM berharap, agar Ayu bisa diikutsertakan dalam lomba Musabaqah Hifzhil Qur'an Internasional dan 5000 hadits dengan sanad, matam dan perawinya.

"Masih banyak Ayu-Ayu lain di bumi Indonesia ini. Dan, merekalah yang dengan izin Allah menjaga Murka-Nya Allah bagi kita yang dungu dan banyak maksiatnya ini." tutup pembina Yayasan Daarul Qur'an Nusantara ini.

 

 

 
Image dalam Artikel ini ..
Gambar Kecil
 
Berita   Modul ini telah dikunjungi sebanyak ( 94.799 )