Berita Wisuda Akbar

Padang Menuju Kota Penghafal Qur’an
Updated  30 Mei 2016 ( 1.098 ) views
Share on Facebook
 
Berita Terkini
 
 
Berita Sebelumnya ..
 

 

Gerakan Padang Menghafal Quran yang dicanangkan Walikota Mahyeldi Ansharullah sejak 2015, kini semakin tampak hasilnya. Hal ini terlihat dari antusias publik mengikuti Wisuda Akbar Indonesia Menghafal Quran di Masjid Nurul Iman

Padang Selatan, Ahad, (29/5).Ratusan peserta wisuda dari berbagai sekolah umum selain rumah tahfiz pesantren, dan surau dari segenap penjuru Kota Serambi Madinah, memeriahkan Wisuda Akbar yang ke-7 ini.

Hadir pada gelaran tersebut, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang Eka Putra Wirwan, Ketua MUI Kota Padang Prof Duski Samad, dan Syeikh Muhammad Shaleh Jabeer serta Ustadz Ahmad Jameel Alhafiz.

Mahyeldi mengungkapkan, untuk menggairahkan kecintaan terhadap Al Qur’an di kalangan pelajar, Pemko Padang memberikan insentif khusus berupa kemudahan melanjutkan pendidikan.

"Kalangan generasi muda, khususnya pelajar, Kota Padang memiliki antusiasme tersendiri dalam menyambut gerakan Padang menghafal Qur’an. Penghafal Qur’an akan mendapat kemudahan dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," tutur Mahyeldi.

 

Bagi lulusan SD yang hafal minimal tiga juz bisa melanjutkan SMP mana saja yang disukai, kemudian lulusan SMP atau sederajat yang hafal minimal lima juz bisa masuk SMA sederajat yang disukai. Sedangkan untuk lulusan SMA sederajat yang hafal minimal tujuh juz akan diterima tanpa tes di beberapa Perguruan Tinggi di

Padang, seperti Unand, UNP dan IAIN Imam Bonjol.‘’Khusus siswa yang berakademik bagus sekaligus hafal Al Qur’an minimal 10 juz, diberi kemudahan memasuki Fakultas Kedokteran Universitas Andalas,’’ imbuhnya.

Menurut Mahyeldi, insentif pendidikan itu merupakan bentuk motivasi dalam rangka membumikan Al Qur’an dan syiar agama bagi generasi muda Islam. Selanjutnya Walikota Padang menandaskan, Program Indonesia Menghafal Quran yang diusung PPPA Daarul Quran, sejalan dengan Gerakan Padang Menghafal Qur’an yang digalakkan Pemko Padang.

‘’Semoga melalui acara-acara seperti ini, Gerakan Padang Menghafal Quran lebih masif untuk melahirkan penghafal-penghafal Qur’an baru. Tidak saja dikalangan pesantren dan sekolah Islam, tetapi juga di sekolah-sekolah umum,’’ Mahyeldi berharap.

Untuk mewujudkan hal itu. Kota Padang sudah menjalankan program seperti Komunitas Pejuang Subuh. Komunitas ini disamping menyemarakkan waktu subuh dengan shalat berjamaah di masjid secara rutin. Mereka juga merupakan penghafal-penghafal Qur’an pemula. "Komunitas Pejuang Subuh ini kita motivasi dengan memberi bonus bagi mereka yang melaksanakan salat subuh berjamaah di masjid tanpa terputus minimal 40 hari berturut-turut," terang Mahyeldi.

Pengasuh Pesantren Daarul Quran Tangerang, Ustadz Ahmad Jameel, terharu menyaksikan keseriusan pemerintah dan masyarakat Kota Padang menghafal.

"Ternyata perhatian Pemerintah Kota Padang sangat besar terhadap syiar agama dengan menggalakkan Gerakan Menghafal Quran. Lebih mengagumkan, ternyata di Padang ini banyak para penghafal Quran yang lahir dari sekolah-sekolah umum, bukan saja dari pesantren," tuturnya.

 
Berita   Modul ini telah dikunjungi sebanyak ( 94.835 )